06 April 2015

Ekspedisi Mahakam 11 : Menuju Kecamatan Kenohan


            Siang itu cuaca mulai cukup cerah ketika kapal kami berangkat meninggalkan dermaga Muara Wis menuju Kecamatan Kenohan.  ”Dibutuhkan waktu sekitar 5-6 jam untuk mencapai Kenohan” demikian kata pak....,sang kapten kapal kami memberikan informasi perjalanan.  Sepanjang perjalanan menuju Kenohan kami habiskan untuk beristirahat, membereskan data yang sudah masuk atau tidur.  Sebagian lainnya menikmati perjalanan sambil terus mendokumentasikan keindahan alam dan Sungai Mahakam yang berarus tenang.   Awan putih dengan latar langit biru dan sekali kali kami menjumpai burung elang  yang terbang rendah untuk menjemput ikan di sungai Mahakam merupakan hiburan kami selama dalam perjalanan.  Sekali-kali kami berpapasan dengan kapal kapal berukuran besar memuat batu bara, atau kapal-kapal barang yang berisi berbagai kebutuhan sehari hari mulai dari sabun, minyak goreng, gula  sampai sepeda anak-anak.

            Menjelang sore kapal kami mendarat di Desa Tuana Tuha.  Kapal kami harus berhenti di sini karena untuk melaju ke arah hulu lagi tidak memungkinkan karena saat air surut seperti sekarang kedalaman sungai tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kapal-kapal besar seperti yang kami gunakan.  Terpaksa keakraban kami dengan kapten kapal dan empat orang ABK harus berakhir di sini.  Perjalanan selanjutnya dapat menggunakan kapal yang lebih kecil atau melalui jalur darat untuk mencapai Kecamatan Kenohan, untuk mencari penginapan yang hanya ada di kecamatan.  Akhirnya kami memilih menggunakan jalur darat, dan satu satunya kendaraan yang ada untuk mengangkut kami serta seluruh barang bawaan kami hanyalah truk.  

Itu pun kami harus mencari pemilik truk yang bersedia mengantar kami ke kecamatan.  Untung kecamatan Kenohan tidaklah begitu jauh lagi setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit kami dihantar ke penginapan yang hanya ada satu-satunya di kecamatan Kenohan ini.  Sekilas memang tidak terlihat seperti penginapan, karena memang bagian bawah rumah berlantai dua ini digunakan untuk tempat tinggal dan penginapan berada di lantai dua memanjang dan  di bagian belakang lantai dua penginapan ini terdapat teras yang langsung berhadapan dengan anak sungai Mahakam.   Akhirnya setelah lebih dari satu minggu menginap di dalam kapal, kami baru bertemu tempat tidur lagi di Kenohan.  


Tidak ada komentar: